⌨️

Tes mengetik

Satu menit, satu teks, dan kebenaran soal kecepatan ketikmu.

Tes ini juga cocok buat kamu

Tentang tes ini

Dalam dunia mengetik, satu kata disepakati bernilai lima karakter yang ditekan, spasi termasuk. Satuan itulah yang memungkinkan perbandingan antarbahasa dan antarteks. Dengan dasar tersebut, kecepatan rata-rata orang dewasa yang memakai papan tombol setiap hari tanpa pernah belajar metode sepuluh jari berada di sekitar 40 kata per menit. Mereka yang terlatih mengetik tanpa melihat biasanya di antara 60 dan 80, dan pekerjaan transkripsi menuntut 80 sampai 100.

Banyak hal menekan hasilmu, dan bukan hanya dirimu sendiri. Pertama tata letak papan tombol: mengetik teks Indonesia di qwerty standar memang nyaman, tetapi papan tombol laptop dengan tombol panah mungil atau tata letak yang digeser tetap mengubah jarak tempuh jari. Lalu mekanikanya: jarak tekan yang panjang dan pegas yang keras memperlambat rangkaian cepat. Koreksi otomatis dan pemeriksa ejaan dimatikan di sini, dan itu sering memotong sepuluh persen dari mereka yang diam-diam bergantung padanya. Terakhir ketepatan: kamu bisa mengetik sangat cepat lalu berakhir lebih lambat daripada orang yang stabil, karena setiap karakter yang salah tidak dihitung.

Tes ini mengukur pengetikan teks biasa yang terpampang di depan mata, yaitu kondisi paling menguntungkan. Menulis sendiri menuntut berpikir sambil mengetik, dan menyalin suara memaksakan ritme dari luar: pada kedua kasus itu, kecepatan yang keluar lebih rendah. Satu menit juga tetap pengukuran yang pendek, mudah terpengaruh baris pertama yang kacau.

Cara kerjanya

Pencatat waktu mulai pada tekanan pertamamu dan berjalan enam puluh detik. Kami hanya menghitung karakter yang benar, yaitu yang sama persis dengan teks yang ditampilkan, lalu membaginya dengan lima untuk mendapat kata, dan dengan waktu yang berjalan untuk mendapat kata per menit. Tingkat ketepatan yang ditampilkan adalah bagian karakter yang benar dari seluruh yang kamu ketik.

Tes ini disajikan semata-mata sebagai hiburan. Tes ini bukan diagnosis maupun pendapat profesional.